Follow by Email

Selasa, 16 Agustus 2011

Kegunaan Ammonium Sulfat [(NH4)­­2SO4]


Amonium Sulfat [(NH4)­­2SO4] adalah senyawa kimia yang berwujud padat, berwarna putih, berbentuk kristal (pada T > 513oC), larut dalam air, tidak larut dalam alkohol dan memiliki titik leleh 235-280oC pada tekanan 1 atm. Ammonium Sulfat banyak dimanfaatkan sebagai pupuk nitrogen dan biasa disebut pupuk ZA (Zwuafel Ammonium), terutama pada tanaman industri dan perkebunan diantaranya tebu, tembakau, cengkeh, kopi, lada, kelapa sawit, dan teh. Selain sebagai pupuk, senyawa Amonium Sulfat juga digunakan dalam bidang industri seperti untuk pengolahan air, fermentasi, bahan tahan api dan penyamakan. Sebagai pupuk, Amonium Sulfat merupakan jenis pupuk anorganik tunggal yang terdiri dari unsur Sulfur (24% berat) dalam bentuk ion Sulfat dan unsur Nitrogen (21% berat) dalam bentuk ion Amonium (James G. Speight, 2002).
Negara Indonesia merupakan negara agraris yang selalu membutuhkan amonium sulfat sebagai pupuk nitrogen. Keuntungan penggunaan Amonium Sulfat (pupuk ZA) dibandingkan pupuk nitrogen lainnya yaitu :
  1. Mengandung unsur nitrogen dan sulfur sedangkan unsur sulfur ini tidak dimiliki pupuk nitrogen lainnya, misal urea (CO(NH2)2), amonium nitrat (NH4NO3) dan sendawa chili (NaNO3). Kedua unsur ini merupakan jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar atau disebut makronutrient (Setyamidjaja, 1986).
  2. Dapat diserap secara langsung (NH4+) oleh tanaman sehingga tidak membutuhkan mikroorganisme tanah untuk mengurai senyawa NH4+ menjadi unsur nitrogen, seperti pada pupuk urea (CO(NH2)2) (Setyamidjaja, 1986).
Pemilihan Proses
Macam-macam Proses
Proses pembuatan Ammonium Sulfat terdiri dari tahapan proses sebagai berikut :
1.      Proses Netralisasi (Reaksi Fase Gas–Liquid Ammonia dan Asam Sulfat).
2.      Proses Karbonasi Batubara.
3.      Proses Merseburg (Reaksi antara Gypsum dan Ammonium Carbonat).
4.      Proses Marino (Reaksi Ammonia dengan Sulfur Dioxide)
5.      Proses lainnya (proses Piritas Espanolas, dari Acrylonitrile, dari Caprolactam)

Karakteristik Macam – Macam Proses
Tabel 1.7 Karakteristik Proses Pembuatan Amonium Sulfat
                                                                    Proses

       Uraian             Netralisasi    Karbonasi     Merseburg    Marino    lainnya
                                                      Batubara
Kerumitan proses
·  Katalis                        -                    -                    -                             -
·  Reaksi samping           -                                                                  
·  Reversibel                   -                    -                                   -             
Kondisi operasi
·  Suhu (oC)                  ++                  +                    +             +++          +
·  Tekanan (atm)               +                   +                   +            +++          +
Konversi (%)                +++                 +                  ++              +             +    
Jenis bahan baku             +                   ++                 +++           +++        ++   
Jumlah alat proses           +                   +++               +++            ++        +++
  ( + = rendah, ++ = sedang, +++ = tinggi )
Pendirian pabrik Amonium Sulfat dengan proses netralisasi di Indonesia merupakan peluang bisnis yang baik bila dilihat dari beberapa pertimbangan, antara lain :
  1. Kebutuhan ammonium sulfat di Indonesia belum dapat dipenuhi seluruhnya secara independent. 
  2. Adanya indikasi bahwa kebutuhan ammonium semakin meningkat.

1 komentar: